Karanganyar (13/05). LPK Cahaya
Mandiri Indonesia mengadakan acara Ceremony Pelepasan peserta mangang Jepang
yang diikuti oleh 46 peserta beserta orangtua tercinta di Rumah Makan Ballroom
Taman Sari Jln Adi Sucipto No 168,
Colomadu, Karanganyar.
Peserta yang mengikuti acara ceremony adalah siswa yang telah lulus pelatihan
dan telah menyelesaikan semua proses dokumen baik di Indonesia maupun di Jepang,
serta telah mendapatkan izin tinggal di Jepang untuk mengikuti program magang.
Acara ceremony merupakan salah satu
kegiatan yang paling dinantikan oleh semua peserta didik magang Jepang di LPK Cahaya
Mandiri Indonesia. Karena merupakan kegiatan terakhir dan angin segar bagi peserta
yang menunggu jadwal penerbangan ke Jepang tiba, serta merupakan acara yang
sangat membuat haru bagi peserta dan juga orangtua. Dimana pada acara tersebut
peserta didik meminta do’a restu kepada kedua orangtua tercinta agar dimudahkan
semua proses pemagangan ke Jepang sampai 3 tahun masa kontrak selesai. Acara ini
juga sebagai wadah peserta didik berpamitan dan meminta do’a restu kepada orangtua
untuk keberangkatan ke Jepang agar diberi Kesehatan, Keselamatan, dan Kemudahan
selama perjalanan.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Karangnyar yaitu
bapak Martadi, S. Sos., MM. beliau menuturkan nasehat bagi para peserta dan
orangtua wali yang akan mengikuti program magang Jepang agar tidak melanggar
peraturan serta ketentuan yang sudah ditetapkan. Selain itu beliau berpesan
kepada orangtua wali agar tidak terlalu khawatir terhadap kondisi peserta magang
yang sudah berada Jepang. Adapun masalah pekerjaan yang dihadapi peserta magang
di Jepang harus dikomunikasikan kepada Lembaga pengirim yaitu LPK Cahaya
Mandiri Indonesia agar tidak ada miskomunikasi antara pihak Lembaga pengirim,
Perusahaan di Jepang serta keluarga dari peserta magang Jepang itu sendiri. Dalam
penuturannya peserta magang diharapkan lebih bisa mandiri dan bisa
menyelesaikan masalahnya sendiri sewaktu di Jepang tanpa harus melibatkan pihak
keluarga terlebih dahulu karena akan mengakibatkan miskomunikasi. Peserta magang
Jepang juga diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga serta
mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, setelah proses magang
selesai dan kembali ke Indonesia.